Ayolah, kita bersahabat!
Kita sama sama percaya kepada Tuhan. Percaya bahwa galaksi sebesar ini mempunyai tuan yang teramat luar biasa, bumi diciptakannya dengan gaya gravitasi, ekosistem yang seimbang dan banyak misteri yang hanya bisa terjawab oleh ilmu spiritual.
Agama. Ajaran, sistem yg mengatur tata keimanan (kepercayaan) kepada Tuhan yang Mahakuasa. Itu yang membuat kita berada di jalan yang berbeda. Di kitabku tertera dengan baik “untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku”.
Pada dasarnya di setiap kitab di ajarkan saling berdamai antar sesama manusia, bahkan dengan alam. Betapa mirisnya realita yang memaksakan kita untuk percaya bahwa masalah agama membuat ujung pedang menancap pada dada manusia. Kita memang manusia biasa yang memiliki tingkat keegoisan masing-masing, selalu haus akan kekuasaan. Minoritas dan mayoritas. Kadang kita merasa tersisihkan jika kita berada di tengah kaum mayoritas, pikirkan dengan matang kenapa musti seperti itu? bukankah dengan bersahabat semua akan terasa damai? Kau dijalanmu, aku dijalanku. Hanya saling mengasihi. Ayolah, kita bersahabat. Berdamai sesama manusia. Tanpa penindasan, tanpa diskriminasi, tanpa pemaksaan, semuanya akan indah… bukankah dikitab kita juga di janjikan surga untuk orang orang yang melaksanakan ajaran yang baik? J



Komentar
Posting Komentar