Kembali mencintai jingga

       Bau khas tanah menyeruak ke paru-paru yang membuatku tenang saat hujan menyapa, serta secangkir kenangan manis hangat dengan asap mengepul yang disajikan masa lalu. Tak sepenuhnya aku percaya pada senja, sesekali ia tersembunyi dibalik awan Cumulonimbus, hitam dan menyembunyikan bulir bulir air yang akan turun jika tak terbendung lagi, aku takut mencarimu di balik awan itu. 


      Kenangan manis yang hangat kembali menyadarkanku dan membujukku kembali mencintaimu atas dasar cerita masa lalu. Jujur, tinta yang dulu kupakai menulis meleleh karena hujan yang dibawa awan menakutkan itu, hanya sehuruf dua huruf tersisa,  itupun tampak samar. ku telaah lebih mendalam ternyata ada sesuatu yang hampir ku lupa, Kedewasaan. Amanat cerita itu mengajarkanku sikap kedewasaan yang sampai saat ini menjadi bekal yang selalu kukeluarkan ketika perjalanan panjang menemukan alasan untuk kembali mencintai senja. Aku perlu beristirahat ditempat paling tenang dengan deburan ombak kecil dipesisir pantai sampai akhirnya aku kembali bertemu dengan senja jingga merona, diufuk barat ia tersipu malu sendiri mengingat kejadian beberapa waktu lalu. Manis. Aku kembali mengagumi keduanya…

Komentar

Postingan Populer